Category Archives: Artikel

Gunto Dalam Sejarah

dipakai kamikaze squad

kamikaze squad

pasukan Jendral Tomoyuki Yamashita yang menyerah

jepang menyerah pada sekutu

penyerahan Hong Kong ke Sekutu, Mayor Jendral Okada dan Vice Admiral Fujita menandatangani persetujuan menyerah tanpa syarat dan menyerahkan gunto mereka sebagai tanda menyerah

perhatikan, mereka berdua ini jendral, dan gunto mereka jelas SHIN GUNTO dan KAI GUNTO

jepang menyerah di hongkong

setelah jepang kalah, pedang – pedang disita oleh Amerika (harus diserahkan), karena dianggap senjata, dan dimusnahkan

tapi beberapa orang jepang bangkit dan membela pedang jepang sebagai bentuk seni dan identitas Bangsa Jepang, inilah embrio munculnya NBTHK

sitaan pedang jepang PD II

sitaan pedang pedang jepang PD II

tumpukan pedang jepang PD II

The Rape of Nanking,

pembantaian besar-besaran oleh tentara Jepang di Nanking, China. ini salah satu kekejaman perang yang luar biasa dan sedikit terdokumentasi, saya hanya ambil yang berhubungan dengan gunto :

Headline di koran
“Dua prajurit berlomba siapa yang bisa membunuh 100 orang lebih dulu”

pembantaian PD II

super DP, kalo ndak kuat jangan masuk, ini adalah gambar2 yang sangat menggema dalam sejarah sebagai bukti kekejaman tentara jepang pada saat PD2, terutama china occupation

kebiadaban PD II

kekejaman PD II

kekejian jepang PD II

pembantaian jepang PD II

foto unik dari museum “rape of nanking”, dimana ini adalah foto asli dan pedang asli (gunto yang digunakan dalam eksekusi itu), ditempel di fotonya

kekejaman jepang PD II

tak satupunpun yang lentur “samurainya”


sumber : kaskus satsujinken dan berbagai sumber

“SAMURAI” PENINGGALAN JEPANG PERANG DUNIA II

banyak cerita beredar, mengenai “pedang samurai” yang ditinggalkan oleh tentara jepang pada perang dunia kedua di Indonesia dengan segala kehebatan mistisnya, putus paku lah, putus kapas lah, khodam gaib lah 😀

mana yang harus dipercaya ??

mari kita bahas saja berdasar data dan fakta… kalau pedang sakti anda gak ada disini jangan mewek ya, soalnya berarti itu PALSU.

mari kita tetapkan parameter dulu :

1. pedang jepang peninggalan perang adalah perlengkapan MILITER, yang artinya distandarisasi, alias issued equipment. gak ada ceritanya serdadu satu kompi bawa bayonet campur gobang campur keris campur kujang… demikian pula pedang jepang ini memiliki ciri khas standar IJA (Imperial Japanese Army) yang distandarisasi

2. tidak ada sebijipun yang lentur lebay bisa dibuat sabuk…

3. terlepas dari mountingnya, yang paling bernilai dari sebuah pedang jepang adalah “BILAHNYA” gak ada ceritanya asahan intan hitam dll dll dll itu semua cerita bohong yang tidak berdasar

mari kita mulai

pedang militer jepang pada PD II dikenal sebagai sebagai gunto (pedang militer) 軍刀

istilahnya adalah Shin 新(new), Kyu (old), Gunto (military sword), dimana Gun 軍 (military), To 刀 (sword) jadi disebutnya Shin gunto, Kyu gunto, bukan “tujuh bintang”, “sembilan keong”, “roll”, “sabuk”, “kumang” (gak jelas apa kumang itu) 😀

nih pas dipake sama personel militer jepang PD II …

shingunto samurai sabuk

evolusinya :

JENIS-JENIS MOUNTING (KOSHIRAE)

kosihare

kosihare gunto

kosihare gunto PD 2

kosihare gunto PD 2 samurai sabuk

era PD 1 dikenal KYU GUNTO (model saber), ini tidak ada di Indonesia, karena IJA (Imperial Japanese Army) yang ke Indonesia tidak bawa kyu gunto, karena sudah out of date.

Angkatan darat meresmikan gunto baru di tahun jepang 2594 (tahun 1934) dinamai tipe 94 atau 九四式 刀 kyūyon-shiki guntō

Angkatan laut meresmikan gunto baru di tahun jepang 2597 (tahun 1937) dinamai tipe tachi, atau dikenal dengan KAI GUNTO 海軍刀

Angkatan darat merevisi gunto mereka di tahun jepang 2598 (tahun 1938) dinamai tipe 98 atau 九八式軍刀 Kyuuhachi-shiki guntō

Angkatan darat merevisi gunto mereka di tahun jepang 2603 (tahun 1943) dinamai tipe 03 / tipe 3

perhatikan penamaan dan penomorannya … itu pakai TAHUN JEPANG … GAK ADA TAHUN MASEHI

dan hanya ini ajah keluarannya … gak ada lentur lebay, tipe roll, kumang, dan lain-lain

untuk pedang yang lebih tua … lihat contoh nakago (gagang)  di foto di bawah ini – perhatikan penulisan tahunnya

nagahisa

diluar ini masih ada beberapa tipe tidak lazim tapi hanya saya tunjukkan gambarnya saja, seperti presentation sword, crew gunto, dll yang pada dasarnya TIDAK ADA SATUPUN YANG LENTUR

marshal sword

sedikit pengecualian (tidak akan dibahas lebih lanjut), tapi ini menunjukkan bahwa pedang khusus pemberian kekaisaran jepang pun tidak LENTUR
imperial gift gunto :

kaisar gift

imperial gift

imperial gift onshi

kaisar gift PD II

kita sekarang melihat lebih jauh ke bagian-bagiannya …
DESKRIPSI KOSHIRAE (mounting gunto) dan nama bagiannya …
inget, semua bagian ini HARUS ADA, karena ini STANDAR MILITER
dari ujung ke ujung …:

standart militar pedang jepang PD II

dibedakan keluaran AD (shin gunto) dengan AL, karena AL membuat pedang mereka sedikit lebih eksklusif dari AD, dan dikenal sebagai KAI GUNTO (Kaigun = Navy / angkatan laut)
kanan –shin gunto, kiri –kai gunto

shin gunto vs –kai gunto

shin gunto vs –kai gunto tsuba

shin gunto vs kai gunto seppa

Detail tsuba – mengikuti detail tachi kuno

Detail Tsuba

Haikan dan samegane

heikan

Ishizuki –ujung sarung pedang

ishizuki

Chuha (pengunci)

chuha

perhatikan, gak ada 9 bintang, 9 gunung, sertifikat, jambul anti api, dll dll yang ada jambul …atau lebih tepatnya tali ornamen atau lazim disebut tassel –merupakan penanda pangkat dibuat dari sutra dan katun, menentukan pangkat pemilik pedangnya, walau ini umum dipalsukan.

tassel

jadi gak ada itu motif obat ajaib, dkk …dan ini TIDAK ANTI API, alias kalo dibakar ya rusak …lambang pangkatnya

diluar ini masih ada pedang kualitas rendah yang diberikan kepada NCO, ini yang dipakai para prajurit PETA, dll dll yang aslinya disebut 九五式軍刀 Kyuugō-shiki guntō

dimana bilah dan mounting adalah kualitas rendah, yang sekedar mirip saja, gagang dibuat dengan sistem cetak menyerupai ikatan ito pada gunto asliinilah pedang “samurai” asli yang beredar di Indonesia

Pedang PETA

Pedang PETA jepang

bilah pedang inilah yang memiliki nomor seri, lihat fotonya secara detail
justru bilah / pedang bernomor seri seperti inilah yang bernilai rendah, tidak ada nilainya selain sebagai relik militer

Pedang PETA jepang PD II

Pedang PETA jepang PD II relik

Pedang PETA jepang PD II tsuba

Pedang PETA jepang PD II relik bilah

ah… tentu saja, saya ini orang bodoh, kata penjual “samurai sabuk”yang pakai kan JENDRAL, bukan kelas rendahan… barangnya LANGKA … Cuma ada 8 jendral ngibul katanya …
apa benar sih ?
mari kita lihat :
ada yang kenal : Jendral Tomoyuki Yamashita ? The tiger of malaya, salah satu Jendral Jepang paling terkenal

http://en.wikipedia.org/wiki/Tomoyuki_Yamashita

Tomoyuki Yamashita

perhatikan yang nempel di pinggangnya … jadi sabuk nggak ?
kebetulan sekali, beliau menyerah saat PD2 berakhir dan menyerahkan pedangnya ke Jendral MacArthur. pedang ini masih ada sampai sekarang di West Point Military Museum, Ini Pedangnya :

pedang jendral jepang PD II

Sayang sekali West Point Military Museum menyimpan gunto ini dengan cara yang salah, dengan mata tajam ke bawah …padahal ini haram dalam menyimpan sebuah pedang jepang.
Tapi, kok gak mirip sama ini ya ?

samurai sabuk

pedang Jendral Tomoyuki Yamashita itu adalah SHINGUNTO, perhatikan berdasar gambar diatas tadi bilahnya dibuat oleh Fujiwara Kanenaga – dan dimasukkan di mounting shin gunto

bagaimana dengan jendral angkatan laut ?

ada yang kenal : Laksamana muda Tadashi Maeda ? (yang rumahnya dipake rapat menyiapkan kemerdekaan Indonesia) ?

ini fotonya

laksamana maeda

ini pedangnya

pedang laksamana maeda

kok gak lentur ya ??

lalu bagaimana gambar penguin? 9 gunung? 9 bintang?
mari kita bandingkan dengan realnya,
ini saya kasih gambar close upnya GUNTO yang pemberian kekaisaran jepang :

pedang jepang

pedang jepang kaisar gift

pedang jepang kaisar gift PD II

Nambah info saja, gunto PD II yang traditional made umumnya hamonnya suguha (lurus), sebuah shin gunto asli, showa era berharga antara JPY 500,000 – JPY 1,000,000 untuk kondisi mint (sekitar 50 –sd 100 juta, dengan kondisi bilah tanpa cacat)

Bandingkan dengan sampah yang ditawarkan dengan harga miliaran ini (tapi kalau ngotot ingin yang seperti ini juga, saya juga jual dengan harga yang murah). 😀

samurai sabuk asli

samurai sabuk ready

samurai sabuk asli dijual

Ada harga ada rupa ? yang sampe ratusan milyar ?
pedang jepang termahal di dunia yang dilelang di Christie’s laku seharga 418,000 USD alias gak sampe 4 milyar… ini sudah statusnya setara HARTA NEGARA JEPANG

bagaimana yang di museum ?
ini Foto dari Museum Brawijaya, Malang, di wing sebelah kanan, lemari kayu nomor 3 di samping kanan.

pedang jepang samurai

Silahkan dilihat, apa ada yang lentur? 🙂


sumber : Kaskus satsujinken

Tips Memilih Katana (Pedang Jepang)

WP_20150630_046

Sebutan pedang Jepang yang benar adalah katana, bukan samurai

Ada berbagai metode yang bisa digunakan untuk menilai kualitas sebuah pedang (katana) :

* Pegang pedang setinggi bahu dengan bilah mengarah tegak ke atas, perhatikan lengkungan pedang, ujung pedang (kissaki), punggung pedang (mune) dan keseimbangannya. Pedang yang bagus memiliki lengkungan yang natural, kissaki-nya juga proporsional dengan lebar bilah dan punggungnya rata (tidak bergelombang). Disamping itu pedang juga harus nyaman saat dipegang dan terlihat kokoh secara visual

* Perhatikan hamon-nya. Yang disebut hamon adalah Garis/pamor atau bagian pada bilah yang warnanya putih dan biasanya membentuk pola tertentu. Pedang yang bagus memiliki hamon yang tidak terputus dari pangkal pedang (machi) hingga kissaki. Hamon muncul karena proses forging dan folding, jadi hamon yang bentuknya teratur biasanya buatan pabrik dan kualitas bilahnya tidak sebagus handmade

* Pilihlah pedang yang dibuat secara handmade. Tapi bagaimana cara mengetahuinya? paling tidak perhatikan bagian diantara hamon dan shinogi (siku yang agak menonjol di tengah bilah). Bila pada bagian itu terlihat sedikit kontras atau nampak bekas tempaan yang kemudian dihaluskan agar pedang mengkilap, maka pedang tsb ditempa tangan

* Perhatikan kondisi bilah secara umum, apakah ada keretakan, karat yang mengganggu, penyok dibagian tertentu dsb. Bila cacat umum yang saya sebutkan tadi tidak ada dan poin 1 sampai 3 di atas dinilai baik, maka paling tidak pedang tsb sudah lolos quality control awal

* Apabila pedang tersebut handmade original dari Jepang, periksa dibagian nakago (bilah yang masuk ke dalam tsuka), biasanya terdapat mei (tanda tangan) pembuatnya dan akan nampak sedikit berkarat. Beberapa orang menyatakan bahwa karat dibagian ini tidak boleh dibersihkan karena nilai seni dan orisinalitas pembuatnya. Tanda tangan yang asli biasanya memiliki ukiran kanji yang tegas dan jelas.

* Tanyalah dan minta bantuan pada orang yang lebih mengerti apabila Anda masih ragu-ragu dalam memilih katana yang akan dibeli, ini lebih baik daripada menyesal dikemudian hari.

Bagi Anda yang memiliki budget terbatas, cukup gunakan katana buatan lokal atau impor Cina yang harganya relatif lebih murah.

Tidak ada satu pun katana yang bilahnya lentur, memiliki ukiran 7 bintang, 7 gunung dsb apalagi bisa dijadikan sabuk.

Harga shinken Jepang dijual rata-rata berkisar di Rp 80.000.000 (80 Juta Rupiah)

Sedangkan untuk lokal atau Cina pabrikan antara 2 Juta – 5 juta an, meskipun ada juga buatan Cina yang mencapai puluhan juta.

*** Shinken (pedang tajam) hanya boleh digunakan untuk koleksi atau praktisi bela diri seperti kenjutsu, iaijutsu dsb. tidak untuk tindak kriminal

Sangat tidak disarankan membawa katana diluar keperluan latihan. Shinken juga sebaiknya digunakan di dalam dojo saat Anda telah menguasai minimal dasar-dasar seni pedang demi keamanan diri sendiri dan orang-orang disekitar Anda.

Mengenal Material Bahan Bilah Pedang

Baja adalah besi yang mengandung carbon. Kalau disebut Carbon Steel 1060, maka kandungan carbon dalam baja tersebut adalah 0,60% (kadar carbon tingkat menengah). Kalau disebut Carbon Steel 1095, maka kandungan carbon dalam baja tersebut adalah 0,95% (kadar carbon cukup tinggi). Semakin tinggi kadar carbon dalam sebuah pedang, semakin keras pedang tersebut, tapi semakin getas karena rendahnya elastisitas.

Ada banyak sekali jenis-jenis baja yang biasa digunakan sebagai material pembuatan bilah pedang. Masing-masing memiliki karakteristik dengan kelebihan dan kekurangan.

Di antara yang bisa disebutkan di sini adalah:

1. O1 Tool Steel
Merupakan baja unggulan dengan kadar karbon tinggi dan chromium rendah, kekerasan tinggi max 65 Hrc. Mudah berkarat dan memerlukan perawatan yang baik. Komposisi Kimia adalah: C = 0.95%; Si = 0.25%; Mn = 1.10%; Cr = 0.55%; V = 0.10%; W = 0.55%.
O1 Tool Steel merupakan baja yang memiliki kekerasan sangat bagus sehingga dapat memiliki ketajaman yang baik dan tidak mudah tumpul. Selain itu, baja jenis ini cukup mudah diasah kembali bila tumpul. Kelemahannya adalah mudah terserang korosi (karat). Kadar carbon yang tinggi menjadikannya getas dan terkadang mudah patah. Kalau mau dilakukan hardening, sebaiknya hanya pada sisi tajamnya saja.

2. D2 Tool Steel
Merupakan baja unggulan dengan kadar karbon tinggi dan chromium tinggi, kekerasan tinggi max 64 Hrc. Walaupun cukup tahan tapi masih belum bebas karat, tetapi bahan ini sangat digemari karena kekerasannya yang tinggi sehingga ketajamannya awet dan mudah diasah bila tumpul. Komposisi Kimia adalah: C = 1.55%; Si = 0.25%; Mn = 0.35%; Cr = 11.8%; Mo = 0.80%; V = 0.95%. Pertama kali muncul pada saat perang dunia II. Baja ini kadang-kadang disebut semi-stainless.
D2 merupakan baja yang memiliki kekerasan tidak jauh beda dengan O1 Tool Steel. Namun karena kandungan Cr yang cukup tinggi maka baja jenis ini memiliki ketahanan terhadap korosi yang lebih tinggi dibanding baja jenis O1. Kelemahannya adalah sedikit lebih liat ketika diasah jika tumpul. Kadar carbon yang tinggi menjadikannya getas dan terkadang mudah patah. Kalau mau dilakukan hardening, sebaiknya hanya pada sisi tajamnya saja.

3. 440C Stainless Steel
Merupakan baja stainless dengan kadar karbon cukup tinggi dan chromium tinggi, kekerasan tinggi max 60 Hrc. Sangat tahan karat, kekerasan cukup baik. Komposisi Kimia adalah: C = 1.05%; Si = 0.40%; Mn = 0.40%; Cr = 17.0%; Mo = 0.50%.
440C termasuk stainless steel sehingga cukup sulit terserang korosi. Tapi beda dengan stainless steel yang lain sebab 440C memiliki kandungan carbon yang cukup tinggi sehingga memiliki kekerasan yang baik. Kelemahannya adalah lebih liat dari D2 ketika diasah jika tumpul.

4. ATS-34 Stainless Steel (Japan)
Merupakan jenis baja terbaik saat ini, dengan kadar karbon tinggi dan chromium tinggi. Bebas karat, kekerasan max 60-61 Hrc. Komposisi Kimia adalah: C = 1.03%; Si = 0.25%; Mn = 0.41%; Cr = 13.74%; Mo = 3.56%; P = 0.026%; S = 0.001%.

5. Damascus Steel (Baja Pamor/Baja Lipat/Folded Steel)
Merupakan jenis baja yang melalui proses penempaan dua atau tiga lapis material semisal baja, besi lunak dan nikel yang kemudian dilipat dan ditempa lagi sampai berkali-kali lipatan yang membentuk pola sesuai dengan yang diinginkan. Baja ini lebih ditonjolkan pada seni dan pola yang terbentuk pada baja. Meskipun sebagian pengrajin menyebutnya sebagai Damascus Steel, bukan berarti baja yang digunakan adalah baja Damaskus yang teknik pembuatannya sudah hilang sejak abad ke-18. Selain itu, pattern yang terdapat pada permukaan bilah Pedang Damaskus bukan karena proses lipatan logam.

damascus steel

6. Disc Brake Steel (Baja Rem Cakram)

Disc Brake Steel merupakan salah satu material pembuatan pedang yang cukup tahan terhadap serangan korosi dengan kekerasan yang tinggi. Biasanya diambil dari limbah rem cakram. Kelemahannya adalah cukup liat ketika diasah.

7. Spring Steel (Baja Peer)

Baja dari per mobil atau truk merupakan material yang cukup baik untuk pembuatan pedang. Kekerasan sekitar 62 Hrc. Dengan proses hardening yang bagus setelah ditempa, terkadang baja per memiliki kualitas kekuatan yang lebih baik daripada baja baru. Biasanya diambil dari limbah per mobil atau truk. Tapi yang terbaik adalah dari limbah per mobil Jeep Willys yang sudah terkenal sangat kuat, ulet dan tahan patah. Bisa juga dari limbah per mobil jip Gaz atau Landrover.

Baja yang bisa disebut sebagai spring steel/baja per adalah baja yang mempunyai kemampuan pegas tinggi. Biasanya mempunyai kandungan karbon dari 0.50% sampai dengan 1.00%.

Baja per mobil/truk biasanya mempunyai kandungan karbon sekitar 0.50% sampai 0.65% (baja 1060, 1055, 9260, 5160). Baja per Jeep Willys diperkirakan dari baja jenis 5160 (kandungan karbon 0,60%), karena pada masa dahulu, baja per mobil lebih sering dibuat dari baja 5160, terlebih Jeep Willys yang diperuntukkan untuk militer.. Sekarang harga baja 5160 semaking tinggi, sehingga banyak produsen per mobil mencari alternatif lain yang lebih murah, tetapi masih cukup untuk memenuhi tugasnya dengan baik.

Katana buatan Jepang sekarang ini (kebanyakan), untuk yang kelas standar dibuat dari baja 1060; yang kelas menengah dari baja 5160; yang terbaik dan termahal dari Tamahagane.

peer jeep willys

tamahagane

8. Strip Steel

Merupakan baja yang mudah didapat dengan kekerasan yang baik dan cukup mudah diasah.

9. Baja Ulir.

Merupakan baja di bawah strip steel, mempunyai ketajaman yang bagus tapi cukup murah

Apa Bagian Bagian katana?

bagian bagian katana secara umum

Serba Serbi Pedang Samurai (Katana)

tidak pernah ada pedang lentur … karena bahan dasar pembuatannya adalah satetsu / tamahagane, yang notabene bijih besi, jadi bilah pedang jepang terbuat dari carbon steel. teknik heat treatment dan laminasinya lah yang membuatnya menjadi sebuah senjata yang luar biasa

samurai adalah KASTA = ORANGNYA
KATANA / WAKIZASHI / TACHI adalah pedangnya

pedang jepang asli, berasal dari satetsu (pasir besi) yang diolah menjadi tamahagane (besi mentah)
tamahagane ini ditempa dan dilipat berulang kali sehingga bilah memiliki pamor (minjem istilah keris), atau grain atau HADA dalam bahasa aslinya

juga memiliki temper line (HAMON) – garis seperti gelombang yang menandai batas mata potong, perbedaan struktur kristal yang terbentuk karena perbedaan suhu pada saat heat treatment, membuat mata potong bisa mencapai RC 70 (struktur kristal martensitic) sementara punggung pedang lebih lunak di RC 60 – 65 (pearlite)

ini masih belum laminasi pedang jepang dengan menambahkan core besi yang lebih lunak
semua unsur ini harus ada, baru sebuah pedang jepang dikatakan otentik

pedang jepang asli dari awal sejarah perpedangan jepang sampai sekarang (jokoto – shinsakuto) dibuat dari tamahagane dan secara esensi terbuat dari carbon steel, jadi TIDAK MUNGKIN BISA DIBUAT IKAT PINGGANG

koshirae (mounting) pedang jepang TIDAK PERNAH menyelipkan pedang dalam SAYA (sarung pedang)

gak pernah ada anak pedang, kalaupun ada pedang pendek itu namanya WAKIZASHI, dan gak pernah nempel di sarung pedang induk (katana) kalaupun ada belati, itu namanya TANTO dan itu juga gak pernah nempel di sarung pedang induknya (katana)

jadi kalau ada pedang kecil nempel di sarungnya = PALSU

tes potong pedang jepang dinamakan tameshigiri, dan ini dulu dicobakan ke tubuh manusia (kriminal yang dihukum mati)

pedang jepang hanya dibuat untuk memotong satu hal … DAGING MANUSIA … saat ini tes itu sudah diganti dengan tatami basah yang mewakili leher manusia …
nggak pernah ada tes bodoh dengan paku … itu potensial merusak pedangnya … tapi Kalau mau di tes motong paku juga gak apa apa.

Apa Ada SAMURAI SABUK ?

palsu pedang pedang palsu pedang samurai sabuk (palsu)

1. tidak ada namanya pedang sabuk dalam sejarah pedang jepang
2. saya tidak melarang siapapun menjual pedang apapun dengan harga berapapun, tapi lakukan dengan cara yang benar, pedang sabuk katakan pedang sabuk, karena tidak ada pedang jepang bisa dibuat sabuk …
3. artikel ini untuk memberikan pengetahuan yang benar dan dari sumber terpercaya mengenai pedang jepang dan sejarahnya

MELURUSKAN SEJARAH PEDANG JEPANG
Tidak ada pedang sabuk dalam sejarah jepang …

kata “Samurai” untuk menjelaskan sebuah pedang jepang adalah salah kaprah …

yang mendekati benar adalah PEDANG SAMURAI …

Banyak orang berpendapat bahwa pedang jepang atau lebih umum dikenal sebagai pedang samurai (alias pedang “nya” samurai, karena samurai = ksatria alias ORANGNYA, bukan nama pedang) hanya memiliki satu bentuk yang umum, satu mata potong, melengkung di bagian agak tengah dan ada garis temper line yang seperti gelombang

katana asli

daimyo

Sebenarnya, pedang jepang sudah mengalami evolusi dan berubah bentuknya dari abad ke abad. Dalam banyak kasus, ilmu tentang perubahan bentuk pedang (sugata) ini dapat membantu kita mengenali kapan sebuah pedang dibuat. Beberapa perubahan dikarenakan perubahan taktik perang, jenis armor (perisai pelindung) atau hanya perubahan mode yang lagi trend di Era itu

Sebenarnya kata “pedang samurai” juga tidak tepat, kata paling tepat dalam bahasa Indonesia adalah “pedang jepang.” Untuk lebih jelas, silahkan baca pelan-pelan sampai akhir ya … semoga tidak bosan

MARI KITA MULAI

periode sejarah jepang dibagi menjadi dua, periode waktu dan periode pedang, untuk mudahnya, silahkan lihat diagram dibawah, karena kata-kata dalam diagram itu akan banyak saya gunakan setelahnya

periode sejarah jepang

Pedang tertua (yang dibuat sebelum tahun 900 masehi) atau sebelum Era Heian disebut Pedang Jokoto, dengan bentuk khasnya yang lurus, datar, dangan sisi potong seperti pahat (kiriha-zukuri), dan ujung tusuk (kissaki) seperti pahat (kamasu kissaki). Beberapa malah dibuat dengan dua sisi potong. Pedang jenis ini biasa disebut CHOKUTO, yang kemungkinan dipengaruhi oleh pedang buatan China yang sampai ke Jepang lewat semenanjung Korea.

Jenis pedang ini masih dibuat di abad-abad berikut, tapi hanya digunakan sebagai persembahan kepada kuil, dan TIDAK dipakai untuk pertempuran

chokuto senjata jepang

samurai asli

contoh dari Era Heian

era heian

Ada juga satu jenis pedang yang dibuat pada Era ini, sekitar tahun 700 – 800 masehi, dengan ujung tajam pedang dibuat dua sisi (atas dan bawah) sampai sepertiga dari punggung pedang. Tipe paling terkenal dari jenis ini dibuat sekitar tahun 900 Masehi dan dikenal dengan Kogarasu-Maru Tachi (Pedang Burung Gagak Kecil). Karena bentuknya yang unik, pedang jenis ini juga masih dibuat berabad-abad kemudian

kogara tachi kogarasu tachi

kogarasu maru

Pedang jepang tertua yang memiliki satu sisi potong dan melengkung (shinogi-zukuri tachi) berasal dari akhir Era Heian dan merupakan pedang kavaleri (maksudnya adalah digunakan dengan SATU TANGAN dari atas kuda) dan BUKAN dengan gaya samurai dua tangan yang sering kita lihat. Bilah pedang ini termasuk panjang untuk ukuran tinggi orang jepang, dengan rata-rata bilah diatas 70 cm (belum termasuk gagang pedang) dengan lengkungan maksimal ada di dekat gagang pedang, dan ujung tusuk (kissaki pendek) dengan bilah pedang yang sempit (agak rapuh)

periode heian

Tachi Kanehira Heian 12th C

heian tachi

TACHI = pedang kavaleri atau dalam bahasa barat = SABER
KATANA = pedang pasukan berjalan

Pada awal Era Kamakura, tachi (pedang kavaleri) menjadi lebih kuat, bilah pedang menjadi lebih lebar lengkungan yang dikurangi, tapi tetap dengan ujung tusuk pendek (ko kissaki), dan lengkungan yang tadi dekat dengan gagang mulai bergerak ke tengah pedang (tori-sori). Pada Era pertengahan Kamakura, tachi dibuat dengan lengkungan yang sangat minim, dan ujung tusuk sangat pendek (ikubi-kissaki)

Jenis pedang jepang yang sangat sering kita lihat di Era sekarang muncul di pertengahan Era Kamakura, dimana pedang yang dibuat menjadi lebih pendek daripada Era sebelumnya, dengan lengkungan yang dikurangi, dan ujung tusuk medium (chu kissaki)

Selama Era Nambokucho, pedang jepang menjadi flamboyan, dengan bilah yang lebar, sedikit lengkungan dan ujung tusuk yang panjang (o kissaki). Banyak chokuto (lihat diatas), pedang lurus juga diproduksi di Era ini, juga pedang no-dachi yang terkenal, dengan panjang pedang lebih dari 125 cm … tapi karena pedang super panjang ini susah digunakan, akhirnya gaya ini ditinggalkan

Perubahan bentuk pedang paling banyak terjadi pada awal Era Muromachi, karena taktik perang berubah dari kavaleri menjadi infanteri … inilah KELAHIRAN KATANA

Katana awal tidak lebih dari tachi (pedang kavaleri) yang dipendekkan, dan karena itu memiliki bentuk sama dengan pedang dari Era Kamakura. Katana lebih pendek dari tachi, dan dipakai dengan sisi tajam menghadap ke atas (tachi dipakai dengan sisi tajam menghadap ke bawah), dimana pemakaian ini memudahkan pedang dicabut dari posisi berdiri oleh samurai berjalan
Katana Era Muromachi adalah bentuk klasik pedang jepang Era kini, cengan panjang pedang antara 67,5 – 75 cm, dengan lengkungan ringan, dan ujung tusuk medium (chu kissaki). Perubahan lain terjadi di akhir Era Muromachi dan Era Momoyama, dimana bilah pedang menjadi lebih lebar dengan ujung tusuk lebih besar, tapi perubahan ini sukar dibedakan, kecuali oleh mata yang terlatih

Setelah itu, Jepang memasuki masa damai 250 tahun yang dikenal dengan masa Edo …. Bentuk pedang juga berubah dan ini menandai akhir masa Koto (pedang lama) dan masuk ke masa Shinto (pedang modern)

Akhir Era Edo, pembuatan pedang sedang menurun, karena negara sedang dalam masa damai, banyak pedang yang dibuat hanya untuk pameran, bukan untuk perang. Pedang-pedang ini biasanya punya hamon (temper line) yang indah, kalau tidak mau dikatakan norak, dan ukiran-ukiran rumit (horimono). Dalam ilmu perpedangan jepang, masa ini dikatakan sebagai masa kemunduran pedang jepang

1.Tanto adalah katana yang berukuran kecil dan lebih biasa digunakan untuk kegiatan ritual harakiri(bunuh diri) dan sebagainya.
2.Wakasashi adalah katana berukuran sedang biasanya sebagai pelengkap atau cadangan di dalam pertarungan.
3.Katana adalah senjata khas jepang yang digunakan oleh samurai yang metode pembuatannya sangat sulit dan metode tertentu.

bagian bagian umum dari samurai

Biasanya, dalam masa ekstrim seperti ini, akan ada pembaharu … demikian juga dengan masa kemunduran ini, yang terjadi pada akhir era Edo (sekitar 1780) dan menandai dimulainya Era Pedang Shinsinto dengan munculnya ahli pembuat pedang Suishinshi Masahide, yang mempelopori kembalinya pembuatan pedang kepada kualitas Era Koto. Selama masa Shinshinto, pedang yang dibuat umumnya adalah kopi dari pedang Era Koto, dan uniknya, ada beberapa pedang kogarasu maru yang juga dibuat di masa ini.

ERA MASA KINI

Dengan dibukanya Jepang kepada peradaban barat oleh Komodor Perry di pertengahan abad 19 dan Restorasi Meiji, pembuatan pedang jepang tradisional hampir saja punah. Kaisar Meiji melarang pemakaian pedang dan menghapuskan kasta samurai … DENGAN DEMIKIAN, SEMUA PEDANG SETELAH TAHUN 1876 BUKAN LAGI DISEBUT PEDANG SAMURAI … karena setelah tahun itu TIDAK ADA LAGI SAMURAI DI JEPANG.

Ini juga menandai masa banyaknya pedang tradisional jepang yang dibawa ke Barat. Banyak koleksi di Inggris dan di Amerika terkumpul pada masa ini … hanya sedikit sekali pedang yang dibuat secara tradisional pada masa ini, umumnya hanya untuk persembahan kuil, karena Jepang memulai mengadopsi gaya barat untuk pedang kavaleri mereka, yang dibuat dengan menggunakan mesin. Baru pada tahun 1930an, dimana Jepang mulai mengekspansi Asia, pedang tradisional mulai dibuat kembali … yang disebut dengan Era Showa

ERA MASA KINI

Dengan dibukanya Jepang kepada peradaban barat oleh Komodor Perry di pertengahan abad 19 dan Restorasi Meiji, pembuatan pedang jepang tradisional hampir saja punah. Kaisar Meiji melarang pemakaian pedang dan menghapuskan kasta samurai … DENGAN DEMIKIAN, SEMUA PEDANG SETELAH TAHUN 1876 BUKAN LAGI DISEBUT PEDANG SAMURAI … karena setelah tahun itu TIDAK ADA LAGI SAMURAI DI JEPANG.

Ini juga menandai masa banyaknya pedang tradisional jepang yang dibawa ke Barat. Banyak koleksi di Inggris dan di Amerika terkumpul pada masa ini … hanya sedikit sekali pedang yang dibuat secara tradisional pada masa ini, umumnya hanya untuk persembahan kuil, karena Jepang memulai mengadopsi gaya barat untuk pedang kavaleri mereka, yang dibuat dengan menggunakan mesin. Baru pada tahun 1930an, dimana Jepang mulai mengekspansi Asia, pedang tradisional mulai dibuat kembali … yang disebut dengan Era Showa
contoh : Kyu Gunto dengan model saber

Era Showa ini menghasilkan pedang dengan banyak kualitas, dari yang dibuat secara tradisional (nihonto – gendaito), sampai kepada bilah buatan mesin (showato) dengan berbagai macam variasinya. Sebagian besar dibuat berdasarkan spek militer, dengan panjang bilah antara 62,5 cm – 70 cm, dan ujung tusuk medium (chu-kissaki). Pedang yang dibuat pada masa ini dengan pengecualian yang dibuat dengan cara tradisional TIDAK MEMILIKI NILAI dari sisi keotentikan pedang jepang, selain sebagai pedang latih atau relik militer

ini contoh yang dibuat dengan teknik tradisional, menggunakan koshirae katana biasa

sedangkan yang diaku-aku pedang samurai sabuk itu adalah pedang militer jepang yang tertinggal saat pendudukan jepang di tahun 1942-1945 … yang dikenal bukan dengan nama “samurai” tapi “GUNTO” … atau pedang militer jepang
pedang muncul di Indonesia dan di seluruh jajahan jepang selama perang dunia kedua adalah pedang ini … coba lihat sendiri … mirip enggak ma pedang sabuk ??

tambahan, biar nggak bingung mengenai kissaki, Kissaki adalah ujung tusuk dan ini KHAS pedang jepang … ditandai dengan garis lurus kebawah yang dinamakan YOKOTE


PEDANGNYA KENSHIN HIMURA DI SAMURAI X GIMANA ??

sakabato ini adalah pedang fantasi, ciptaan pengarang anime Samurai X, tidak pernah ada dalam sejarah Jepang … setelah filemnya populer barulah kami membuat replikanya

Sumber : March 1999 issue of Sword Forum Magazine Online.
Foto-foto dari Tokyo National Museum, beberapa buku referensi tentang pedang jepang dan sejarahnya

KESIMPULAN

Kita melihat dari atas ke bawah, tidak ada namanya PEDANG SABUK dalam sejarah Jepang, pedang anda secara teknis BUKAN pedang samurai …

walau Chokuto sekilas mirip pedang sabuk, pada dasarnya semua pedang jepang dibuat dari tamahagane (bijih besi) atau gampangnya terbuat dari CARBON STEEL, tidak ada yang dari titanium, dll dan karena dari CARBON STEEL, bilah ini TIDAK MUNGKIN BISA DIBUAT SABUK … bengkok karena pertempuran bisa, tapi kalau dipaksa bengkok terlalu parah akan rusak, boro-boro dibuat sabuk

Jepang baru membuka diri dari politik isolasi sejak pertengahan abad 19 … dan sebelum itu mereka sama sekali tidak menganut budaya barat (kecuali penggunaan senapan) dan itupun khas jepang
dan tidak pernah ada pedang jepang dari segala masa yang menulis angka abjad latin 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0 … logika aja, mereka kan mengertinya huruf KANJI … mana ada pedang tahun 1205 ditulis di bilahnya ?? aneh2 aja …

terakhir, kalau anda melihat keindahan pedang jepang di gambar yang saya berikan diatas, anda akan paham benar, bahwa yang dikatakan samurai selendang dkk itu SANGAT JELEK, SANGAT KASAR dibandingkan aslinya

tapi kalau anda ngotot ingin beli pedang sabuk seperti itu, saya juga ada dan jual 🙂 .

%d blogger menyukai ini: